Begini Rasanya Pakai Qualcomm Wireless AR Smart Viewer – ZonaTalk


Berita Baru, Inovasi – Seperti Anda ketahui baru-baru ini Qualcomm mengumumkan desain Wireless AR Smart Viewer terbarunya yang dibuat untuk pengembang. Idenya guna menunjukkan seperti apa perangkat AR generasi berikutnya dan apa yang bisa dilakukan Platform Snapdragon XR2.

Editor Ubergizmo, Hubert Nguyen, mengungkapkan pengalamannya mencoba memakai Qualcomm Wireless AR Smart Viewer. Menurutnya benda tersebut indah dan sangat fungsional untuk sesuatu yang seharusnya memberikan dasar teknologi. Setidaknya dapat memberikan fungsionalitas AR yang mirip dengan Lenovo ThinkReality A3 yang sangat keren, yang dapat menggantikan lima monitor eksternal.

Namun demikian, lanjut Hubert, Wireless AR Smart Viewer melakukannya tanpa kabel dan terasa lebih ringan untuk Anda. Mereka memiliki profil 40% lebih tipis, dan layar 1080p (satu per mata) memberikan pengalaman AR yang luar biasa setara dengan perangkat yang lebih besar.

“Ketika saya mencobanya, itu adalah dunia yang jauh dari pengalaman AR khas Anda di mana headset mengganggu karena berat dan beratnya,” ungkap Hubert Nguyen seperti dilansir Ubergizmo.

Ia mengaku saat mencoba pakai Qualcomm Wireless AR Smart Viewer, rasanya seperti memakai kacamata olahraga, dan kurangnya kabel memperkenalkan sensasi kebebasan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Qualcomm telah dengan tepat mengidentifikasi titik nyeri AR utama dan bekerja secara agresif untuk mengatasinya dalam ekosistemnya dengan menggunakan perpaduan yang cerdas antara komputasi dan telekomunikasi,” terang Hebert.

Perangkat elektronik yang tertanam dalam kacamata mengemas data sensor dan mengkomunikasikannya melalui Wi-FI 6E (Qualcomm FastConnect 6900) dan Bluetooth 5.3. Di sisi lain, smartphone menerima aliran dan melakukan komputasi berat (3D, AI, encode video), semua dengan gerakan 20ms ke latensi foton, menurut Qualcomm. Kacamata memecahkan kode aliran video yang dikirim oleh ponsel cerdas, dan prosesnya berulang untuk setiap bingkai.

Komunikasi terjadi pada pita WiFi khusus, sehingga akses Internet WiFi Anda tidak ditempati oleh komunikasi antara kacamata dan telepon. Omong-omong, baterai 650 mAh dapat mempertahankan pengalaman selama ~30mn. Pengguna juga dapat menggunakan USB-C untuk daya. Selain itu, dengan mengaktifkan desain seperti itu merupakan langkah penting menuju adopsi pasar massal kacamata AR.



ZONATALK

Sumber: Beritasatu.co