Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Via Online, Berikut Ini Persyaratannya

ZONA TALK – Di zaman yang sudah modern ini pastinya banyak hal yang di mudahkan dengan online. Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan via online untuk JHT mampu di tunaikan dengan menggunakan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO). Jaminan Hari Tua atau JHT adalah program pemberian yang di selenggarakan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjamin peserta terima duit tunai pas memasuki jaman pensiun, mengalami cacat keseluruhan tetap, atau meninggal dunia.

Sebagai peserta BPJS, masyarakat mampu mengajukan klaim saldo Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan secara online menggunakan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO). Lalu bagaimana langkah mencairkan BPJS Ketenagakerjaan untuk JHT secara online?

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan online lewat aplikasi JMO mampu di tunaikan untuk peserta yang menghendaki mencairkan JHT sampai Rp 10 juta. Pencairan BPJS Ketenagakerjaan ini mampu di tunaikan pas itu terhitung atau hari berikutnya.

Dengan pencairan BPJS Ketenagakerjaan ini, maka tiap-tiap peserta tidak mesti berkunjung ke kantor cabang dan mengantre. Pasalnya, saldo JHT dapat di bayarkan tanpa mesti berkunjung ke kantor cabang. Sangat simpel bukan? Akan tetapi ada beberapa persyaratan yang harus di penuhi.

Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Berikut ini adalah dokumen beberapa syarat jikalau menghendaki melakukan langkah mencairkan BPJS Ketenagakerjaan online lewat HP di kutip berasal dari laman resminya, yaitu:

  • Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan
  • KTP
  • Buku tabungan
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Surat Keterangan Berhenti Bekerja, Surat Pengalaman Kerja, Surat Perjanjian Kerja, atau Surat Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Persyaratan berikut merupakan dokumen mesti terhadap pas menghendaki melakukan pencairan BPJS Ketenagakerjaan. Jangan sampai kelewatan untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Untuk peserta dengan situasi spesifik mesti melampirkan dokumen tambahan lain, di antaranya adalah:

  • Peserta yang mengalami cacat keseluruhan tetap: surat keterangan cacat keseluruhan senantiasa berasal dari dokter.
  • Peserta WNI yang meninggalkan Indonesia: paspor aktif, Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS), surat pernyataan bermaterai dengan keterangan tidak dapat lagi ke Indonesia dan bergeser kewarganegaraan, dan surat pengurusan pindah kewarganegaraan.
  • WNA yang meninggalkan Indonesia: paspor aktif, KITAS, dan surat pernyataan tidak bekerja lagi di Indonesia.

Persyaratan berikut berlaku untuk pencairan BPJS Ketenagakerjaan secara online maupun offline. Pihak BPJS akan selalu update untuk kebaikan para peserta atau agar memudahkan mereka mencapai hal baik dan tidak rumit.