COVID-19: AirAsia Menjamin Keselamatan di Tengah Kekhawatiran Varian Omicron

ZONATALK.com – AirAsia philippines meyakinkan para tamunya dengan standar keselamatan tertinggi dan kepatuhan ketat terhadap protokol kesehatan yang di tetapkan di tengah munculnya Omicron, varian baru COVID-19 yang menjadi perhatian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

AirAsia akan kembali mengudara di Hong Kong dengan penerbangan dua mingguan mulai 05 Desember, Minggu melalui Z2 1264, di jadwalkan berangkat di NAIA T3 pukul 08:35 dan di harapkan tiba di Hong Kong pukul 10:55. Penerbangan pulangnya ke Manila Z2 1265 akan berangkat pada 11:45 dan di harapkan mendarat di NAIA T3 pada 14:00.

Juru Bicara AirAsia Filipina Steve Dailisan mengatakan, “Hampir 2 tahun memasuki masa pandemi, AirAsia percaya bahwa para tamu kami telah mengembangkan budaya kesiapan dan keselamatan yang di patuhi secara ketat di semua titik kontak perjalanan pelanggan. Kami akan memantau situasi dengan cermat dan akan terus mematuhi pedoman yang di tetapkan oleh pemerintah.

“Kembalinya kami ke Hong Kong menandakan komitmen kami untuk melayani pelancong bisnis. Dan Pekerja Luar Negeri Filipina yang telah lama ingin pulang ke Filipina untuk musim liburan mendatang. Namun, seharusnya tidak ada ruang untuk berpuas diri.”

Baca Juga; Bebas Karantina, Singapura Akan Perluas Lagi Bagi Wisatawan

AirAsia Menjamin Keselamatan di Tengah Kekhawatiran COVID-19 Varian Omicron

Para ahli dan penelitian ilmiah menunjukkan bahwa penularan COVID-19 di dalam pesawat tidak ada artinya. Semua pesawat AirAsia di lengkapi dengan filter High Efficiency Particulate Air (HEPA) yang membunuh hingga 99,9% virus termasuk COVID-19. Selain itu, kru terbang kami juga 100% di vaksinasi penuh terhadap virus. Kami juga melakukan pembersihan dan sanitasi kabin pesawat secara menyeluruh setelah setiap penerbangan.

Sampai saat ini, Filipina tetap aman terhadap varian Omicron dan telah mencatat kurang dari enam ratus infeksi harian rata-rata dalam periode 7 hari.

Tamu yang tiba di vaksinasi lengkap dari negara-negara di bawah “daftar hijau dan kuning” harus menunjukkan bukti vaksinasi. Tes RT-PCR negatif yang di ambil 72 jam sebelum keberangkatan.

Tamu yang tidak di vaksinasi akan di minta untuk menjalani karantina di fasilitas hingga hasil tes RT-PCR negatif yang di ambil pada hari kelima. Dan harus memantau sendiri gejalanya hingga hari ke-14 kedatangan mereka.

Sementara itu, Hong Kong hanya melarang non-residen dari Jepang. Portugal, Swedia, Kanada, Australia, Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Jerman, Israel dan Italia di mana varian Omicron terdeteksi.

Biro Makanan dan Kesehatan Hong Kong juga telah mengkonfirmasi bahwa tiga kasus Omicron yang di impor sudah terkandung.

Sumber : astig.ph