Evello: Layanan Angkot Masih Peroleh Rapor Merah – ZonaTalk


Evello: Layanan Angkot Masih Peroleh Rapor Merah

Berita Baru, Jakarta – Saat mendengar angkot alias Angkutan Kota, tentu banyak pendapat dan beragam perasaan publik tentang alat transportasi yang satu ini. 

Menggunakan kecerdasan buatan, Evello melakukan prediksi pendapat publik tentang angkot berdasarkan perkembangan berita dan interaksi warganet di media sosial. 

Founder Evello, Dudy Rudianto mengatakan bahwa temuan pertama adalah semua narasi tentang layanan angkot bersentimen negatif. 

“Sentimen negatif angkot di mata publik mencapai puncaknya jika berkaitan dengan narasi adanya perilaku kejahatan seperti pelecehan di atas angkot dan perilaku angkot melawan arah,” kata Dudy kepada Beritabaru.co, Rabu (13/7).

Temuan kedua adalah kebijakan yang berhubungan dengan angkot pun belum juga menaikkan sentimen positif angkot di mata publik. 

“Sentimen negatif masih mewarnai rencana dishub DKI memisahkan penumpang pria dan wanita. Sentimen negatif juga terlihat tinggi saat publik menanggapi kondisi supir angkot yang tidak punya ponsel cerdas untuk aplikasi My Pertamina,” ujarnya.

Bahkan, saat mendengar ‘angkot’, sebagian besar publik memiliki emosi yang tidak mengenakkan. Mulai dari emosi muak saat mendengar adanya pelecehan dan emosi sedih saat mendengar kebijakan pemisahan duduk pria dan wanita hingga supir angkot lawan arah. 

Kata Dudy, emosi gembira hany terlihat pada dua kasus dimana seorang mahasiswi asal Toraja harus membawa angkot untuk biaya kuliah dan membantu orang tuanya dan cerita seorang anak supir angkot yang lulus menjadi seorang anggota kepolisian.

“Perlu dicatat, kedua narasi beremosi gembira ini tidak berhubungan langsung dengan pelayanan angkot,” terangnya.

Sementara temuan keempat adalah beragamnya tendensi publik saat mendengar narasi mengenai angkot. Tendensi sedih terlihat saat terjadi kejahatan di atas angkot dan perilaku sopir angkot lawan arah. 

“Tendensi publik akan cenderung bersikap mencari tahu lebih dalam jika berkaitan dengan kebijakan soal angkot seperti pemisahan tempat duduk dan ponsel untuk supir angkot,” tutur Dudy.

Dari analisa sentimen, emosi dan tendensi publik terhadap angkot, lanjut Dudy, terlihat jika layanan angkot masih berada pada nilai rapor merah. 

“Saat mendengar angkot, dapat dipastikan publik akan menunjukkan sentimen negatif,” pungkasnya.



ZONATALK
[ad_3]