Komandan IRGC: 100.000 Rudal Siap Menciptakan Neraka Bagi Zionis – ZonaTalk


Berita Baru, Internasional – 100.000 rudal Hizbullah siap menyerang Israel jika ada provokasi terhadap Lebanon dan Hizbullah, kata komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Hossein Salami, memperingatkan.

“Di Lebanon, puluhan ribu, bahkan lebih dari seratus ribu rudal siap ditembakkan untuk menciptakan neraka bagi Zionis, untuk mewujudkan takdir ilahi terjadi,” kata Salami dalam pidatonya di Teheran pada hari Kamis.

Salami memperingatkan Tel Aviv bahwa pemuda Hizbullah memiliki alasan kuat dan menekankan bahwa kelompok militan Lebanon akan membuat Israel bertekuk lutut jika terjadi krisis, dan bahwa pemimpinnya, Hassan Nasrallah, berdiri bersama mereka untuk melawan Zionis.

“Sudah cukup bagi rezim Zionis untuk membuat kesalahan, operasi di Quds Suci sudah cukup,” kata Salami, mengacu pada Yerusalem, di mana ketegangan antara otoritas Israel dan Palestina timbul tenggelam dan tak jarang berkobar menjadi kekerasan.

Seperti dilansir dari Sputnik News, komentar berapi-api komandan IRGC itu datang pada malam eskalasi besar di Gaza, di mana militer Israel meluncurkan ‘Operasi Fajar’ yang menargetkan pasukan Jihad Islam Palestina (PIJ) pada hari Jumat. Pada Jumat malam, PIJ mengkonfirmasi bahwa pemimpinnya, Taisir Jabari, tewas dalam serangan itu.

Sementara itu, militer Israel mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan pencegahan pada hari Jumat sebagai tanggapan terhadap ancaman yang konon berasal dari kelompok militan yang berbasis di Gaza ke keamanan Negara Yahudi. IDF memperkirakan bahwa serangannya telah menewaskan sekitar 15 pejuang musuh, dan operasi itu belum berakhir.

Pejabat Kementerian Kesehatan di Gaza telah melaporkan satu orang tewas dan 15 terluka dalam serangan itu.

PIJ menanggapi hal tersebut dengan memberi tahu Israel agar bersiap menghadapi pembalasan, dan memperingatkan bahwa “Tel Aviv akan menjadi salah satu target.”

Serangan Israel itu menyusul hari-hari meningkatnya ketegangan atas penangkapan Bassam al-Saadi, seorang anggota senior Jihad Islam di Tepi Barat yang diduduki, pada hari Selasa.

Gejolak besar terakhir dalam krisis Palestina-Israel terjadi pada Mei 2021, ketika militer Israel melancarkan serangan di Jalur Gaza dan Hamas. PIJ kemudian menembakkan ribuan roket ke Israel selatan setelah ketegangan memuncak di Yerusalem Timur atas putusan pengadilan yang memerintahkan pengusiran keluarga Palestina dari rumah mereka, dan polisi Israel menyerbu kompleks Masjid al-Aqsa, salah satu situs paling suci Islam. Sekitar selusin warga Israel dan setidaknya 230 warga Palestina tewas dalam konflik Mei 2021, dengan lebih dari 3.000 warga Palestina dan sekitar 100 warga Israel terluka.



ZONATALK

Sumber: Beritasatu.co