Liverpool vs MU: Statistik di Premier League 2021/2022, Masa Kejayaan, dan Perolehan Trofi – ZonaTalk


Berita Baru, Sepakbola – Liverpool vs MU seakan menjelma sebagai dua klub yang tingkat rivalitasnya sangat tinggi.

Di lima tahun terakhir, Liverpool kembali menaiki trafik menanjak. Di bawah asuhan Jurgen Klopp, The Reds banyak kantongi trofi.

Sebaliknya, Manchester United cenderung mengalami penurunan. Bahkan, mereka menutup Premier League musim 2021/2022 di peringkat enam sehingga gagal masuk ke Liga Champions musim depan.

Oleh sebab itu, pihak manajemen pun mengganti Ralf Rangnick dengan pelatih baru, Erik ten Hag, yang diharapkan agar musim depan dapat kembali menorehkan kejayaan.

Menurut anda, mana statistik yang lebih bagus antara Liverpool vs MU?

Liverpool vs MU: Masa Kejayaan

1. Masa Kejayaan Liverpool

Masa kejayaan Liverpool dimulai di era asuhan Bill Shankly. Pelatih ini lalu dinobatkan sebagai legenda Liverpool. Ia sangat dihormati karena berhasil membawa Liverpool kembali ke divisi satu setelah sebelumnya berada di divisi dua selama 8 musim. Untuk menghormati jasanya, dibuatlah patung Bill Shankly di pintu masuk Anfield.

Setelah menjuarai Piala FA yang pertama pada tahun 1965 dan menjuarai liga pada musim 1965-66, Bill Shankly berhasil mempersembahkan gelar juara liga dan Piala UEFA pada musim kompetisi 1972-73.

Liverpool vs MU: Bill Shankly menjadi pelatih paling legendaris di Liverpool (foto: istimewa)
Liverpool vs MU: Bill Shankly menjadi pelatih paling legendaris di Liverpool (foto: istimewa)

Musim berikutnya Bill Shankly berhasil mempersembahkan gelar Piala FA setelah membantai Newcastle United 3-0. Tidak ada yang menyangka bahwa gelar Piala FA itu merupakan persembahan terakhir dari seorang Bill Shankly. Karena secara tiba-tiba Bill Shankly memutuskan untuk pensiun.

Pihak klub dan suporter Liverpool berusaha membujuk Bill Shankly, bahkan para pekerja di Liverpool mengancam akan melakukan mogok kerja. Tetapi Bill Shankly tetap pada pendiriannya dan menyerahkan tongkat manajerial kepada asisten-nya yaitu Bob Paisley. Bill Shankly akhirnya pensiun pada tahun 1974 dan bergabung dengan Liverpudlian di tribun The Kop.

Di era Bob Paisley, kejayaan Liverpool terus menanjak. Saat pertama kali menjabat pelatih, kala Bob Paisley berusia 55 tahun. Dia menjabat sebagai manajer Liverpool dari tahun 1974-1983.

Di tahun awal kariernya, ia sama sekali tidak bisa mempersembahkan gelar. Namun di tahun-tahun setelahnya, The Reds benar-benar panen trofi. Selama 9 tahun Bob Paisley menjabat manajer Liverpool FC, ia memberikan total 21 tropi, termasuk 3 Piala Champions, 1 Piala UEFA, 6 juara Liga Inggris dan 3 Piala Liga secara berturut-turut.

Usai Bob Paisley pensiun pada tahun 1983, kepemimpinan diserahkan kepada Joe Fagan. Di masanya ini, Liverpool menjadi satu-satunya Liga Inggris yang dapat meraih 3 gelar juara sekaligus dalam 1 musim kompetisi. Yaitu juara Liga Inggris, juara Piala Liga dan juara Piala Champions.

2. Masa Kejayaan MU

Masa-masa kejayaan MU dimulai di era Alex Ferguson yang menjabat dari tahun 1986-2013. Di awal kepelatihannya, saat itu Manchester United berada di posisi 11. Musim berikutnya yaitu musim 1987–88, United menyelesaikan liga di posisi kedua, dengan Brian McClair yang menjadi pencetak 20 gol liga setelah George Best.

Alex Ferguson telah berada dalam bahaya pemecatan pada awal 1990, tetapi sebuah gol dari Mark Robins membawa United menang 1–0 atas Nottingham Forest dibabak ketiga Piala FA. Ini membuat Ferguson terselamatkan dan pada akhirnya United memenangkan Piala FA, setelah mengalahkan Crystal Palace di partai ulang babak final.

Liverpool vs MU: Sir Alex Ferguson menjadi pelatih yang paling banyak sumbang trofi ke Man United (foto: istimewa)
Liverpool vs MU: Sir Alex Ferguson menjadi pelatih yang paling banyak menyumbang trofi ke Man United (foto: istimewa)

United memenangkan Winners’ Cup Eropa di 1990–91, mengalahkan juara Spanyol musim itu, Barcelona di final, tetapi mengecewakan di musim berikutnya karena di liga mereka kalah dari saingan, Leeds United.

Kedatangan Eric Cantona di November 1992 merupakan sebuah langkah krusial United saat itu. Cantona membaur bersama pemain dan memenangkan Final Piala FA menjadikan MU menjadi juara dua di liga dan Piala FA. Secara mengejutkan, United kembali meraih double pada musim 1995–96. Ini adalah pertama kalinya klub Inggris meraih double sebanyak dua kali dan akhirnya mereka mendapat sebutan “Double Double”.

Mereka mengawali musim 1997–98 dengan baik, tetapi mengakhiri liga pada posisi dua klasemen, di bawah pemenang dua gelar, Arsenal.

Musim 1998–99 untuk Manchester United adalah musim tersukses karena mereka berhasil menjadi satu-satunya tim Inggris yang pernah meraih Treble (tiga gelar dalam satu musim)—dengan memenangkan Liga Premier Inggris, Piala FA dan Liga Champion UEFA di musim yang sama. 

Manchester United juga memenangkan Piala Interkontinental setelah mengalahkan Palmeiras 1–0 di Tokyo. United memenangkan liga tahun 2000 dan 2001, tetapi mereka gagal meraih kembali trofi kompetisi Eropa.

Musim 2006-07 memperlihatkan gaya permainan United yang menyerang seperti pada dekade 90-an, mencetak 20 gol lebih di 32 pertandingan. Pada Januari 2007, United mendapatkan Henrik Larsson dengan status pinjaman selama 2 bulan dari Helsingborgs, dan pemain itu memiliki pera penting dalam pencapaian United di Liga Champions, dengan harapan meraih Treble kedua; namun setelah mencapai babak semi-final, United kalah dari A.C. Milan 3–5 (agregat).

Empat tahun setelah gelar terakhir mereka, United meraih kembali gelar juara liga pada 6 Mei 2007, setelah Chelsea bermain imbang dengan Arsenal, meninggalkan The Blues tujuh poin di belakang dengan menyisakan 2 pertandingan, diikuti kemenangan United 1–0 dalam Derby Manchester hari sebelumnya, mengantarkan United ke gelar kesembilan Premiership-nya dalam 15 tahun eksistensinya.

Namun, mereka tidak dapat mencapai double keempat mereka, karena Chelsea mengalahkan United 1-0 di final Piala FA 2007 yang berlangsung di Stadion Wembley yang baru.

Pada 11 Mei 2008, United kembali meraih gelar liga setelah mengalahkan Wigan 2-0 di pertandingan terakhir untuk memastikan gelar tersebut, disusul gelar Liga Champions pada tanggal 21 Mei 2008 yang diraih dengan mengalahkan Chelsea 6-5 di final melalui adu penalti.

Dengan status sebagai juara Liga Champions tersebut, United berhak mengikuti Piala Dunia Antarklub FIFA 2008 dan berhasil menjuarai turnamen tersebut setelah mengalahkan Gamba Osaka 5-3 di semifinal dan LDU Quito 1-0 di final.

United pun menjadi klub Eropa kedua yang menjadi juara dunia setelah AC Milan pada 2007. Setahun setelah final Liga Champions UEFA tahun 2008, Manchester United masuk kembali ke final tahun 2009. Manchester United kemudian mengalami kekalahan dalam final Liga Champions UEFA 2008–09, saat menghadapi Barcelona dengan skor 2 – 0 di Roma, Italia.

Di musim 2011-12, United mendapat kemenangan besar atas Arsenal 8-2 di Old Trafford, tetapi kekalahan besar dari Manchester City 1-6 di tempat yang sama. Pertandingan melawan Sunderland (1-0 United) adalah sejarah bagi United, khususnya Sir Alex yang telah resmi 25 tahun bersama United.

North Stand resmi diganti namanya menjadi Sir Alex Ferguson Stand. Pada musim itu pula United tidak berhasil menembus 16 besar Liga Champions setelah dikalahkan Basel 1-2 di Swiss. United juga tidak berhasil menembus perempat final Liga Europa setelah tumbang oleh Athletic Bilbao. Di domestik, United disapu Crystal Palace 1-2 di kandang di ajang Piala Liga. United juga menelan kekalahan 1-2 di Anfield dalam ajang Piala FA.

Perolehan Trofi Liverpool vs MU

1. Trofi Liverpool

Lokal

  • Liga Premier (19 gelar): 1900–01, 1905–06, 1921–22, 1922–23, 1946–47, 1963–64, 1965–66, 1972–73, 1975–76, 1976–77, 1978–79, 1979–80, 1981–82, 1982–83, 1983–84, 1985–86, 1987–88, 1989–90, 2019–2020.
  • Divisi Dua (4 gelar): 1893–94, 1895–96, 1904–05, 1961–62.
  • Piala FA (8 gelar): 1964–65, 1973–74, 1985–86, 1988–89, 1991–92, 2000–01, 2005–06, 2021–22
  • Piala EFL (9 gelar): 1980–81, 1981–82, 1982–83, 1983–84, 1994–95, 2000–01, 2002–03, 2011–12, 2021–22
  • Football League Super Cup (1 gelar): 1985-86
  • Sheriff Of London Charity Shield (1 gelar): 1906

Eropa

  • Liga Champions (6 gelar): 1976–77, 1977–78, 1980–81, 1983–84, 2004–05, 2018–19
  • Liga Eropa (3 gelar): 1972-1973, 1975–76, 2000–01
  • Piala Super UEFA (4 gelar): 1977, 2001, 2005, 2019

Dunia

  • Piala Interkontinental (peringkat kedua): 1981, 1984
  • Piala Dunia Antar Klub (1 gelar): 2019

2. Trofi Manchester United

Lokal

  • Liga Premier (20 gelar): 1907–08, 1910–11, 1951–52, 1955–56, 1956–57, 1964–65, 1966–67, 1992–93, 1993–94, 1995–96, 1996–97, 1998–99, 1999–2000, 2000–01, 2002–03, 2006–07, 2007–08, 2008–09, 2010–11, 2012–13
  • Liga Divisi Satu (2 gelar): 1935–36, 1974–75
  • Piala FA (12 gelar): 1908–09, 1947–48, 1962–63, 1976–77, 1982–83, 1984–85, 1989–90, 1993–94, 1995–96, 1998–99, 2003–04, 2015–16
  • Piala EFL (5 gelar): 1991–92, 2005–06, 2008–09, 2009–10, 2016–17
  • FA Charity/Community Shield (21 gelar): 1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965*, 1967*, 1977*, 1983, 1990*, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2011, 2013, 2016.

Eropa

  • Liga Champions (3 gelar): 1967–68, 1998–99, 2007–08
  • Piala Winners UEFA (1 gelar): 1990–91
  • Liga Eropa (1 gelar): 2016–17
  • Piala Super Eropa (1 gelar): 1991

Internasional

  • Piala Interkontinental (1 gelar): 1999
  • Piala Dunia Antarklub (1 gelar): 2008

Statistik Liverpool vs MU di Premier League 2021/2022

Liverpool

  • Jumlah Laga: 38 kali
  • Jumlah poin: 92 poin
  • Menang: 38 kali
  • Seri: 28 kali
  • Kalah: 8 kali
  • Jumlah gol: 94 gol
  • Kebobolan: 26 gol

Manchester United

  • Jumlah Laga: 38 kali
  • Jumlah poin: 58 poin
  • Menang: 16 kali
  • Seri: 10 kali
  • Kalah: 12 kali
  • Jumlah gol: 54 gol
  • Kebobolan: 54 gol

5 Pertemuan Terakhir Liverpool vs MU

  • 20 April 2022 – Liverpool vs MU: 4-0
  • 24 Oktober 2021 – Liverpool vs MU: 5-0
  • 13 Mei 2021 – Liverpool vs MU: 4-2
  • 17 Januari 2021 – Liverpool vs MU: 0-0
  • 19 Januari 2020 – Liverpool vs MU: 2-0


ZONATALK

Sumber : Beritabaru.co