Menag Yaqut Kontroversi Kembali, Logo Halal MUI Akan Diganti!! Simak Penjelasan Berikuti ini

Menag Yaqut Cholil Qoumas balik untuk gebrakan baru menggunakan bikin logo halal baru. Badan Penyelenggara agunan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menetapkan label halal yang berlaku secara nasional yg membentuk label versi Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak berlaku lagi.

“Penetapan label halal tersebut di tuangkan dalam Keputusan ketua BPJPH angka 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal,” istilah laki-laki yang juga akrab di sapa Gus Yaqut.

Menag Yaqut berkata Jika label halal versi MUI tidak lagi berlaku.

“Pada ketika-ketika yang akan tiba, secara bertahap label halal yg di terbitkan sang MUI di nyatakan tidak berlaku lagi,” ujarnya.

Selain itu, menteri agama yaqut menyatakan tunjangan profesi halal akan di selenggarakan sang negara bukan lagi organisasi kemasyarakatan (Ormas) seperti MUI.

“tunjangan profesi halal, sebagaimana ketentuan Undang-undang, di selenggarakan sang Pemerintah, bukan lagi Ormas,” imbuhnya.

Surat Keputusan di tetapkan di Jakarta pada 10 Februari 2022, di tandatangani sang kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham, serta berlaku efektif terhitung sejak 1 Maret 2022.

Baca Juga; CEK FAKTA !! MENTERI AGAMA YAQUT DIPECAT ?? HABIB RIZIEQ GANTIKAN POSISINYA

Menag Yaqut Kontroversi Kembali, Logo Halal MUI Akan Diganti!!

Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan penetapan label halal tersebut. Di lakukan buat melaksanakan ketentuan Pasal 37 Undang-undang nomor 33 Tahun 2014 ihwal agunan Produk Halal (JPH). Penetapan ini juga bagian asal aplikasi amanat Peraturan Pemerintah (PP) nomor 39 tahun 2021 wacana Penyelenggaraan Bidang JPH.

“Melaksanakan amanat peraturan perundang-undangan khususnya Pasal 37 Undang-undang nomor 33 Tahun 2014 tentang agunan Produk Halal. Maka BPJPH memutuskan label halal dalam bentuk logo sebagaimana yang secara resmi kita cantumkan pada Keputusan ketua BPJPH,” ucapnya.

Baca Juga; Habib Rizieq Jadi Menteri? Presiden Jokowi Lantik HRS Jadi Menag?

Aqil Irham menyebutkan, Label Halal Indonesia secara filosofi mengadaptasi nilai-nilai ke-Indonesiaan. Bentuk dan corak yg di pergunakan ialah artefak-artefak budaya yg memiliki karakteristik spesial yg unik berkarakter kuat dan merepresentasikan Halal Indonesia.

Bentuk Label Halal Indonesia terdiri atas dua objek, yaitu bentuk Gunungan dan motif Surjan atau Lurik Gunungan pada wayang kulit yg berbentuk limas, lancip ke atas. Ini melambangkan kehidupan insan,” kata Aqil Irham mengilustrasikan.

“Bentuk gunungan itu tersusun sedemikian rupa berupa kaligrafi alfabet arab yg terdiri atas huruf a, Lam Alif. Serta dalam satu rangkaian sebagai akibatnya membentuk istilah Halal,” ungkapnya.

Bentuk tadi menggambarkan bahwa semakin tinggi ilmu serta semakin tua usia. Maka manusia wajib semakin mengerucut (golong gilig) manunggaling Jiwa, Rasa, Cipta, Karsa. Dan Karya dalam kehidupan, atau semakin dekat menggunakan sang Pencipta.

Sumber : suara.com

Temukan Berita Update di Channel YouTube ZONATALK :