Pemilihan Komisioner KPU Bawaslu 2022-2027, Alasan DPR Gelar Voting Tertutup

ZONATALK.com – Anggota Komisi II dewan perwakilan rakyat (DPR) RI Anwar Hafid menegaskan Pemilihan Komisioner KPU Bawaslu 2022-2027 sesuai sikap kolektif dan demokratis. Anwar mengatakan, Komisi II dewan perwakilan rakyat melakukan musyawarah menggunakan voting pada rapat pleno tertutup.

sehingga beliau membantah Komisi II tidak menentukan anggota KPU serta Bawaslu dengan cara pengambilan suara atau voting yang demokratis.

“Jadi saya kira prosesnya juga jika mau dibilang voting sama voting karena kita kan memberi bunyi, sekalipun suaranya itu masing-masing fraksi diberikan dimandatkan kepada ketua poksi, (grup fraksi)” kata Anwar pada Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/dua).

tetapi, proses voting di lakukan secara tertutup karena konvensi internal. Anwar mengaku lebih ingin terbuka. Hanya saja karena syarat Covid-19 yg mengkhawatirkan, dia bisa tahu kenapa tidak di lakukan terbuka.

Apalagi di tengah uji kelayakan serta kepatutan di kabarkan terdapat anggota Komisi II yg terpapar Covid-19. Jika voting terbuka satu anggota satu mampu memakan saat lama .

“Jadi kalo saya sih sebetulnya kita berkeinginan terbuka, cuma kan kita melihat situasi kini dengan melonjaknya virus Omicron ini serta kemarin ada salah satu anggota Komisi II yang terpapar sebagai akibatnya kita mengambil bermusyawarah bila ini di lakukan voting one man one vote absolut mampu hingga pagi dan bisa berbahaya, sudah empat hari kita tidur jam dua malam baru selesai fit and proper tesr,” jelas politikus Demokrat ini.

Karena itu, pada kedap internal Komisi II menyepakati buat melakukan voting tertutup yg di mandatkan pemegang bunyi kepada koordinator Poksi

“sebagai akibatnya kita sepakati bahwa ini masing-masing fraksi memandatkan suara itu pada koordinator poksi serta jadi voting sih sebab beliau berhitung bunyi” ujar Anwar.

Baca Juga: Satu Periode lagi : Dorongan Dari Masyarakat Untuk Joko Widodo

Pemilihan Komisioner KPU Bawaslu 2022-2027

Komisi II dewan perwakilan rakyat RI menetapkan tujuh anggota KPU RI serta 5 anggota Bawaslu RI masa jabatan 2022-2027. Dan Komisi II tidak melakukan voting dalam merogoh keputusan calon anggota KPU dan Bawaslu, tetapi langsung di pilih karena sejumlah pertimbangan.

Komisi II menggelar kedap pleno tertutup kurang lebih 1,lima jam. lalu, pengambilan keputusan balik dibuka kurang lebih pukul 1.16, Kamis (17/dua).

Koordinator Komisi II dewan perwakilan rakyat RI Ahmad Doli Kurnia menuturkan, selesainya proses dialog serta perdebatan yang panjang, akhirnya di putuskan anggota KPU serta Bawaslu 2022-2027. Pemilihan anggota KPU dan Bawaslu ini sesuai beberapa pertimbangan, yaitu berasal pertimbangan objektif, sampai politik.

“Awalnya kita ingin melakukan pemilihan ini secara voting serta kemudian kita melakukan simulasi, tapi karena perdebatannya panjang, menggunakan beberapa pertimbangan,” ujar Doli ketika pengambilan keputusan pada Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/dua).

Pertimbangan pertama berdasarkan objektivitas atau kualitas calon anggota KPU dan Bawaslu, Komisi II melihat integritas, kapasitas kepemiluan, leadership, kemampuan membangun komunikasi, inovasi, kreativitas, hingga aspek kesehatan fisik serta mental calon anggota KPU serta Bawaslu. Komisi II menilainya semenjak asal awal proses seleksi pada panitia seleksi, sampai pada proses uji kelayakan serta kepatutan di dewan perwakilan rakyat.

“Jadi pertimbangan objektif, pertimbangan kualitas, itu menjadi pertimbangan primer,” ujar Doli.

Tidak di tampik terdapat pertimbangan politik dalam menentukan anggota KPU dan Bawaslu 2022-2027. Doli berkata, kepentingan politik itu adalah kepentingan bangsa serta negara. dan kepentingan mengakomodir semua kekuatan politik yang ada baik secara formal mewakili rakyat melalui anggota dewan perwakilan rakyat menjadi perwakilannya, serta mewakili partai politik masing-masing.

“Kepentingan politik masing-masing dari kita seluruh. Tentu yg pertama adalah kepentingan politik bangsa dan negara. Kedua, artinya kepentingan yg mengakomodir semua potensi kekuatan politik yg terdapat baik itu secara formal mewakili warga kita menjadi anggota dpr serta pula mewakili partai politik kita masing-masing,”. Kata politikus Golkar ini.

Melalui 2 pertimbangan tadi, Komisi II telah melakukan simulasi serta memutuskan tujuh anggota KPU RI. Dan 5 anggota Bawaslu RI masa jabatan 2022-2027. menggunakan setengah sisa berasal calon yg tidak terpilih sebagai cadangannya.

Baca Juga: Survei Indonesia: Prabowo – Puan Jadi Pasangan Terkuat Capres-Cawapres

Komisi II Menyusun Calon Anggota Pemilihan Komisioner KPU Bawaslu

“Kita menetapkan urutan 1-14 di mana 1-7 artinya yang terpilih buat menjadi calon anggota KPU yg akan di lantik nanti sang presiden. Kita sudah menyusun juga 1-10 nama urutan, di mana 1-5 merupakan yang akan nanti menjadi calon anggota Bawaslu yg akan di lantik sang presiden buat masa bakti 2022-2027,” ujar Doli.

Tujuh calon anggota KPU RI yg terpilih merupakan:

  1. Betty Epsilon Idroos
  2. Hasyim Asya’ri
  3. Mochamad Afifudin
  4. Parsadaan Harahap
  5. Yulianto Sudrajat
  6. Idham Holik
  7. August Melasz

Calon anggota KPU RI yang menjadi cadangan adalah:

  1. Viryan
  2. Iffa Rosita.
  3. Dahliah
  4. I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi
  5. Iwan Rompo Banne
  6. Yessy Yatty Momongan
  7. Muchamad Ali Safa’at

Lima calon anggota Bawaslu RI yang terpilih:

  1. Lolly Suhenty
  2. Puadi
  3. Rahmat Bagja
  4. Totok Hariyono
  5. Herwyn Jefler Hielsa Malonda

Calon anggota Bawaslu RI yang menjadi cadangan:

  1. Subair
  2. Fritz Edward Siregar
  3. Aditya Perdana
  4. Mardiana Rusli
  5. Andi Tenri Sompa

Sumber : liputan6