Pendeta Saifuddin Minta Hapus 300 Ayat Alquran Kepada Menteri Agama Yaqut, Mari Simak Penjelasan Lengkapnya

Staf spesifik Menteri agama, Ishfah Abidal Aziz angkat bicara terkait pernyataan Pendeta Saifuddin Ibrahim yang meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hapus 300 ayat Alquran. Terkait pernyataan kontroversi pendeta Saifuddin itu, Isfah mempercayakan penyelesaiannya ke aparat penegak aturan.

“aku percaya hal itu nantinya akan di selesaikan sang aparat penegak aturan yang terkait. Jadi itu tidak perlu terlalu di respons dan tak perlu di tanggapi hiperbola,” kata Isfah dalam berita tertulis, Sabtu (19/maret/2022).

Ishfah pun menepis pernyataan pendeta Saifuddin, yg mengatakan pesantren ialah kawasan terorisme. Menurutnya justru pada pesantren para santri di ajarkan buat menyayangi tanah air serta menentang aksi terorisme.

“keliru kalau di sebutkan pesantren menjadi kawasan basis teroris, itu salah besar tidak benar. Justru berasal pesantren itu kami tumbuh kembangkan prinsip cinta tanah air sebagian berasal iman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Isfah pula meminta pendeta Saifuddin balik mengkaji arti pesantren secara utuh.

“dan tidak pribadi mengklaim tanpa dasar bahwa pesantren merupakan basis terorisme,” pungkasnya.

Karena itu, Isfah meminta semua warga menghormati keyakinan Agama lain. beliau jua terus mendorong kerja sama, kerukunan serta saling tenggang rasa antar umat beragama.

“Kepada seluruh pihak rakyat untuk menghormati hal-hal yang fundamental terkait dengan keyakinan agama lain,” tuturnya.

Baca Juga; Menag Yaqut Kontroversi Kembali, Logo Halal MUI Akan Diganti!! Simak Penjelasan Berikuti ini

Pendeta Saifuddin Minta Hapus 300 Ayat Alquran Kepada Menteri Agama Yaqut

Pendeta Saifuddin Ibrahim resmi di laporkan ke Bareskrim Polri. Beliau di laporkan atas kasus dugaan penistaan agama terkait pernyataannya meminta Menteri agama Yaqut menghapus 300 ayat Alquran.

Laporan ini telah teregistrasi menggunakan nomor : LP/B/0133/III/2022/SPKT Bareskrim Polri tanggal 18 Maret 2022. Pelapor dalam kasus ini atas nama Rieke Vera Routinsulu.

Dalam laporannya, Rieke mempersangkakan Saifuddin melanggar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang angka 19 Tahun 2016 ihwal Perubahan atas UU No 11/2008 ihwal ITE.

Baca Juga; Habib Rizieq Jadi Menteri? Presiden Jokowi Lantik HRS Jadi Menag?

Saifuddin juga di sangkakan melanggar Pasal 156 kitab undang-undang hukum pidana dan atau Pasal 156a KUHP, Pasal 14 Ayat (1), Ayat (2) serta/ atau Pasal 15 Undang-Undang angka 1 Tahun 1946 wacana Peraturan hukum Pidana.

“Kami berharap masalah ini mampu di tindak tegas. Ka,mi sudah bikin laporan pada Bareskrim Polisi Republik Indonesia. Kami berharap laporan ini segera di proses supaya tidak menyebabkan kegaduhan luas di masyarakat,” kata Husin Alwi Shihab selaku saksi pelapor di Bareskrim Polisi Republik Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/maret).

Video yang di duga mengandung unsur penistaan Agama ini sebelumnya beredar di media umum serta memantik perdebatan.

Menteri ketua Bidang Politik, aturan dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD bahkan sempat meresponsnya.

Mahfud meminta Polisi Republik Indonesia buat melakukan penyelidikan. Permintaan ini di sampaikan Karena dinilai sudah menimbulkan kegaduhan.

“Itu bikin gaduh serta bikin banyak orang murka. Sebab itu, aku minta kepolisian segera menyelidiki itu, dan bila mampu segera di tutup akunnya sebab kabarnya belum di tutup sampai sekarang,” istilah Mahfud.

Di lain sisi, Mahfud menilai pernyataan pendeta Saifuddin Ibrahim meminta Menag hapus 300 ayat Alquran sebagai bentuk penistaan Agama. Dalam kasus ini pelaku di ancam hukuman aporisma 5 tahun penjara.

Sumber : suara.com