WHO: Untuk Cegah Pandemi Baru, Dunia Butuhkan Dana Sekitar Rp443 Dalam Setahun

ZONATALK.com – Organisasi Kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) memperkirakan setiap tahunnya. Dunia membutuhkan dana lebih kurang USD 31 miliar atau setara Rp 443 triliun Untuk Cegah Pandemi Baru.

Dana tersebut di harapkan buat mendanai seluruh elemen investasi yg jumlahnya tidak sedikit sesuai menggunakan yang di perkirakan pada Presidensi G20.

“Kami perkirakan (kebutuhan dana) lebih kurang USD 31 miliar setiap tahun,” istilah Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam High Level Seminar on Mobilising Financing for global Public Goods, Presidensi G20 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (17/dua/2022).

Berasal kebutuhan per tahun tadi, Tedros mengatakan sebagian mampu terpenuhi oleh asal daya domestik. Sedangkan sisanya bisa terpenuhi melalui pembiayaan.

“Kami memperkirakan USD 20 miliar berasal dari asal daya domestik, sehingga masih ada kekurangannya USD 10 miliar per tahun,” istilah Tedros.

Baca Juga; Update Kasus Positif Covid-19 di Indonesia, Tembus Hingga 57.000 Orang Lebih

Tedros mengatakan dana tadi akan di pergunakan untuk memperkuat sistem kesehatan yang terdiri dari lima elemen.
Di antaranya pertama pengawasan, kerja sama serta peringatan dini. Ke 2, pendanaan buat riset prioritas dan akses ke kesehatan yang bersifat adil buat aneka macam negara di global.

Ketiga, menciptakan komunitas yang andal melalui peningkatan akses kesehatan dan jaminan sosial. Keempat, investasi kesehatan yang aman, terukur serta sistem kesehatan yang andal buat menyelamatkan nyawa. Kelima, pendanaan kesiapsiagaan, koordinasi taktik dan respon serta operasi darurat.

Cegah Pandemi Baru | Hapus Kesenjangan Pembiayaan Negara Kaya serta Miskin

Dari hitungannya, waktu ini terdapat kesenjangan pembiayaan antara negara kaya serta negara miskin di global. Gapnya mencapai USD 16 miliar atau lebih kurang Rp 228,2 miliar yg di gunakan buat penyediaan vaksin dan porto perawatan pasien yang terpapar Covid-19. Tedron menekankan pandemi yang saat ini terjadi harus segera di selesaikan. Sebelum setiap negara membahas cara menghindari pandemi yang mungkin terjadi di masa depan.

“ketika ini kita tidak bisa membiarkan perhatian berasal masa sekarang. Kita tidak bsia mencegah pandemi masa depan Bila tak mengakhiri yang terdapat ketika ini,” kata dia.

Baca Juga; Bupati Karanganyar: Jangan Pedulikan Covid-19, Ini Reaksi Gubernur Ganjar

Buat itu, beliau meminta setiap negara harus mengatasi kesenjangan dampak pandemi menggunakan berfokus. Ketersediaan dana untuk vaksinasi, pengobatan sampai alat pelindung diri (APD) wajib bisa di akses ke seluruh wilayah.

“Kepada menteri-menteri keuangan, tolong tutup kesenjangan ini dan mari kita akhrii pandemi ini yang (semoga) fase akutnya kita akhiri tahun ini,” kata dia mengakhiri.

Sumber : liputan6